Sabtu, 29 Oktober 2011

dengarkan isi hatimu

      Saat masuk jurusan sastra Jepang, banyak teman-temanku yang menghinaku. "Mau jadi apa kamu nantinya?". Memang aku keluar dari jalur, dari jurusan IPS yang tidak diberikan pelajaran bahasa Jepang, dengan percaya diri aku mengambil jurusan itu. Namun, suka dengan bahasa Jepang, aku lalu mulai belajar bahasa jepang dari kamus usang milik Kakakku. Sedikit demi sedikit aku mulai bisa membaca hiragana, katakana, dan beberapa huruf kanji.
      Awal masuk kuliah aku merasa minder, karena sebagian besar anak-anak memiliki basic bahasa Jepang di SMA, hanya 5 orang anak yang tidak mempunyai basic, termasuk diriku. Seorang sensei menyemangatiku dan rekan-rekan senasibku, aku mulai lebih semangat belajar dan alhamdulilah aku memahami pelajaran yang diberikan dan IPku lumayan.
       Jiwaku ada di seni dan budaya, jadi untuk apa aku menghianati hati ini ke jurusan lain. Masalah pekerjaan dan jadi apa aku nantinya adalah kuasa Allah SWT, yang penting aku mencari ilmu dan ridha dari Allah SWT. Tidak pasti kalau orang yang kuliah di jurusan dokter akan menjadi dokter, orang yang kuliah di jurusan ekonomi menjadi akuntan, yang kuliah di jurusan hukum akan menjadi hakim, jaksa, atau pengacara. Banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan bidang yang dipelajarinya.








                  あきらめるな!!!!


Ganbatte untuk orang yang terkucilkan dan terpojokkan!!!!Allah bersama kita...